Rabu, 08 Maret 2017

New Mom Part3

Perjuangan ASI terus berlanjut berjalan, Saya terus konsumsi makanan-makanan pelancar ASI, booster ASI, vitamin ASI, terus baca-baca cerita Buibu pejuang ASI makin terus semangat buat berjuang. Pelan tapi pasti konsumsi sufor Nada terus berkurang itu artinya ASI Saya makin banyak. Dan tepat 1bulan 13hari Nada sudah konsumsi 100% ASI. ALHAMDULILLAH..


Tapi perjuangan tentu tidak sampai disitu saja. Nada mengalami Grow Spurt dimana bayi mengalami percepatan pertumbuhan, Nada menempel terus pada Saya karena minta menyusu. Nada tampak lapar terus. Kalau biasanya menyusu 3 jam sekali, saat GS (growth spurts), frekuensinya bisa dua kali lipat. Begitu dilepas dari payudara, Nada pasti nangis. Sampai Saya sulit beraktifitas lainnya, untuk sekedar makan, mandi dan solat saja harus tega-tegaan liat Nada nangis dulu. Apalagi dirumah dari pagi sampai siang tidak ada siapa-siapa, semua beraktifitas (sekolah/kerja). Nangisnya Nada luar biasa sampe kaya di cubitin sm Ibunya (enga loh sumpah.. 😢😢😂😂)


Sebelum mengetahui ada fase Grow Spurt ini Saya masih berfikiran negatif tentang ASI Saya, ga cukuplah, sedikitlah. Pikiran negatif itu yang membuat beneran jadi seret lagi (please 😢😢😢).


Saya terus usaha cari tau, tanya teman, googling sampai akhirnya konsultasi Laktasi. Ayah ASI nya Nada selalu support walau jauh, setiap Ibu nya mau ini mau itu demi Ibu happy dan ASI banyak selalu di jabanin.

Next Saya akan share hasil konsultasi, moga bisa bermanfaat buat yang baca.


Be Continue....

Minggu, 05 Maret 2017

New Mom Part2

Setelah pulang Nada tidak mau menyusu pada Saya, maunya nanya dot. Setiap di susui ngamuk, nangis, menolak ASI Saya. Saya cari-cari info kenapa seperti itu, googling, tanya teman dsb. dan disitu Saya tau kalau Nada mengalami bingung puting.


Saya stop penggunaan dot dan diganti mengunakan sendok, walau lebih lama, lebih ribet tapi demi Nada mau kembali menyusu ke ASI Saya dan demi ASI Saya terus bertambah banyak dan Nada stop Sufor.


Begini pola yang Saya buat, ketika Nada haus Saya sodorkan ASI terus terus terus Saya paksa, ketika dia haus otomatis akan disedot juga ASI Saya (suka/tidak suka) setelah dirasa ASI saya sudah kosong dan mulai seret, Nada masih terlihat haus baru diberi sufor. Yang memberi sufor tentu bukan Saya tapi Ambunya (neneknya) atau Ayahnya. Saya bekerjasama dengan keluarga untuk perjuangan ASI ESKLUSIF ini, Saya hanya memberikan ASI dan yang menyuapi sufor Ambunya atau Ayahnya. Alasannya? Sebenarnya tidak ada alasan medis hanya Saya merasa Saya punya ASI, sangat sedih, kecewa ketika Saya harus memberikan sufor itu langsung pada anak Saya dan anak Sayapun pasti merasakan hal yang sama. Sedih,kecewa Ibu nya yang bisa memberikan ASI malah memberi Sufor langsung padanya.

Idealisme Saya mengatakan bahwa Saya harus memberikan ASI ESKLUSIF untuk anak Saya, Nada anak Ibu bukan anak sapi (maaf sapi.. peace hehe), batin Saya terus menolak ketika melihat Nada diberi Sufor.


Be continue...

New Mom Part1

Ini foto Qatrunada waktu masuk RS karena bilirubin tinggi, inep di RS 4hari.

Sebelumnya dari hari kelahiran Nada susah bangun, bobo terus.  Kebetulan ASI jg belum keluar aja sampai hari ke3 keluar itupun sedikitt. Yang tadinya niat No Sufor karena keterpaksaan ASI belum keluar Nada pun dikasih Sufor sementara sambil terus di nenenin ASI biar mancing juga.

Saya merasa PD sudah kenceng dan sakit, dikira air susu sudah banyak keluar, Nada di susuin ASI trus tapi Nada selalu nangis nangis nangis ketika dikasih ASI, dilepeh-dilepeh lagi.

Ambunya Nada pulang kerja 'ngeh' bahwa Nada kuning, akhirnya besok pagi manggil Bidan kerumah buat cek dan ternyata bener, kuning sudah terlihat tinggi kata bidan dan dirujuk ke RS.

Hari itu juga Saya dan suami berangkat ke RS. Hasil lab Bilirubin Nada tinggi 19.25 padahal maksimal normal bilirubin itu di angka 12 sampai usia 1bulan. Alhasil Dokter menyarankan rawat, disinar.

Rawat inapnya ga boleh di temenin, harus ditinggal. Saya dan suami cuma diperbolehkan datang di jam besuk (pagi dan sore). Sedangkan selain orang tua baby tidak diperbolehkan masuk (cuma liat di kaca).

Suster nanya apakah ASI saya banyak, dengan percaya diri saya jawab "banyak ko sus", suster nanya lagi sekali pompa dapet berapa, Saya belum pernah pompa. Akhirnya Saya pinjam alat pompa di RS, coba pompa saat itu juga. Saya sangat shock meliat bahwa ASI yang keluar NOL. hanya setetes-setetes keluar.

Saat itu Saya tidak bisa menahan tangis. Suami, suster coba menenangkan tp saya sangat sulit mengontrol emosi pada saat itu. Terpikir selama ini Nada tidak/sedikit meminum ASI pantas aja selalu nangis ternyata tidak keluar/sedikit ASI Saya.

*Awal mula Saya terpapar Baby Blues..

Be Continue......

Jumat, 03 Maret 2017

Pembukaan

Bismillahirahmannirahim..

Alhamdulillah hari demi hari terus berjalan, setiap hari selalu membuat cerita, pengalaman, ilmu dan jadi kenangan. Manusia sifatnya lupa, kenangan sedih, senang, kecewa, lama-lama akan lupa tertumpuk dengan cerita dan pengalaman baru. Padahal kita bisa belajar dari masa lalu, pengalaman sendiri maupun orang lain, itu akan jadi sangat bermanfaat bagi kita.
Saya tidak akan menyia-nyiakan itu, pengalalaman masa lalu adalah ilmu untuk masa depan.

Blog ini dibuat untuk Saya menuliskan ilmu dan pengalaman, moga bermanfaat baik untuk pribadi Saya sendiri maupun orang lain. amin